Mengatur Stok Bahan Supaya Tidak Kehabisan di Jam Ramai
Kehabisan bahan di jam ramai bukan soal kurang belanja, melainkan soal tidak tahu kapan harus belanja. Ini cara menentukan titik pesan ulang.
Kehabisan susu di jam pulang kerja adalah kerugian ganda: pesanan yang batal, dan pelanggan yang mungkin tidak kembali. Yang menarik, ini jarang terjadi karena kurang belanja. Penyebabnya hampir selalu tidak tahu kapan harus belanja.
Titik pesan ulang
Rumusnya sederhana: pemakaian rata-rata per hari dikali lama pengiriman supplier, ditambah cadangan pengaman. Cadangan itu yang menampung hari yang lebih ramai dari biasanya dan pengiriman yang telat.
Titik pesan ulang susu UHT
- Pemakaian rata-rata per hari
- 12 liter
- Lama pengiriman supplier
- 2 hari
- Cadangan pengaman, 1 hari
- 12 liter
- Pesan ulang saat sisa
- 36 liter
Artinya begitu stok susu menyentuh 36 liter, pesanan ke supplier harus dibuat hari itu juga, bukan menunggu sampai tinggal beberapa kotak.
Kenapa angka ini perlu ditinjau ulang
- Pemakaian berubah musiman. Bulan puasa, liburan sekolah, dan musim hujan mengubah polanya cukup jauh.
- Menu baru yang laku bisa menggandakan pemakaian satu bahan tanpa terasa.
- Supplier yang biasanya dua hari bisa jadi empat hari saat akhir tahun.
Bahan yang tidak boleh disamakan
Bahan segar dan bahan kering butuh perlakuan berbeda. Menumpuk tepung tidak berisiko besar, menumpuk susu segar berisiko terbuang. Untuk bahan yang cepat rusak, cadangan pengamannya dibuat lebih kecil dan frekuensi belanjanya dinaikkan.
Di Kelola, stok bahan terpotong otomatis sesuai resep tiap penjualan sehingga pemakaian harian terlihat dari data, bukan dari perkiraan. Reorder Center menandai bahan yang sudah menyentuh titik pesan ulang, dan pesanan ke supplier bisa langsung dibuat dari situ.
Lanjut membaca
